You never know

Met with a friend who has been a consultant on his own for the past eight years. No regrets, he said. But how many of us dare to pursue our dreams, especially when you have your loved ones to care for.

Well, there are many options to choose from, moonlighting, like what yours truly has been doing for the past 12 years with a broadcasting station.

However I feel I have yet to tap on my own potential. Still, there may be a hundred other things that we might be good at, but we never know, unless we try them.

Itulah sebabnya penulis sedang berjinak-jinak mempelajari bahasa-bahasa lain, manalah tahu ia dapat menerjah pintu peluang dan peningkatan ke arah yang lebih baik lagi.

Kita mungkin tidak mempunyai jawapan kepda semua perkara, tetapi kalau kita rajin merobek, suka bertanya, tak mudah putus asa dek halangan dan kata-kata manusia, inshaallah kita akan berjaya.

2 Responses to “You never know”

  1. Bahasa Mandarin, diperingkat kita yang sudah dewasa, hanya setakat Spoken sahaja yang praktikal sebab untuk pelajari aspek bertulis mengambil masa yang panjang.

    Jika bahasa Korea, kedua duanya boleh kita pelajari sebab tulisannya adalah alphabet atau abjad tidak seperti bahasa Cina yang menggunakan ideograms.

    Bahasa Jepun itu pun cukup sekadar Spoken, sebab masalah adanya Kanji (China)…hiragana dan katakana boleh dipelajari dengan mudah tetapi akan tersangkut bila bertemu Kanji.

    Bahasa bahasa Eropah dalam kelompok Romance Languages, seeloknya ialah bahasa Sepanyol kerana ramai penutur (jika sudah mahir salah satu bahasa Romance yang lain lain seperti Portugis, Itali dan Perancis jadi lebih mudah kerana mereka berada dalam satu kelompok.

    Bahasa Arab, saya sedang mengusahakan sesuatu untuk pelajar dewasa Melayu, insyaallah.

  2. jitraman Says:

    Tom,

    Setuju dgn pandangan saudara ttg
    mempelajari spoken mandarin dan Japanese. Sememangnya faktor usia dan keperluan masa yang menghambat, menyukarkan kita untuk belajar tulisan mandarin dan jepun ini. Memang saya pun tidak berhasrat utk mempelajari tulisannya, sekadar bahasa percakapannya sahaja.

    Anak saya di tahap 2, sedang berjinak2dengan bahasa Arab, selain di sekolah, saya mengatur ia mempelajari sejam di rumah dengan seorang
    Ustaz. Harap akan kekal hendaknya.

    Kalau Buku Tom ttg bahasa Arab dah siap nanti, saya yang pertama akan menempahnya, supaya dapat mempraktik dengan anak saya. Saya bekas “drop-out” satu semester belajar bahasa Arab UIA, masa dan faktor perjalanan tidak memungkinkan. Nanti saya mungkin ikut anak saya belajar dengan Ustaz yang datang ke rumah kut.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: